Tampilkan postingan dengan label Saint. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saint. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Mei 2012

Hasil Penelitian Terhadap Scan Pikiran Anjing

Image by: billyboen.com
Untuk mengetahui apa yang sedang dipikirkan anjing, para ilmuwan memutuskan untuk menggunakan scan otak. Dengan demikian, cara ini dianggap bisa mengeksplorasi pikiran anjing.

Para peneliti tertarik dalam memahami hubungan manusia-anjing dari perspektif sang binatang. Rincian temuan para peneliti ini dapat diakses dalam jurnal terbuka, Jurnal "PLoS ONE".



"Saat kami pertama melihat gambar otak mereka, itu tidak seperti apa pun," kata pemimpin peneliti Gregory Berns dalam wawancara video yang di-posting secara online. "Tidak seorang pun, sejauh yang saya ketahui, pernah mengambil gambar dari otak anjing yang tidak dibius. Itu adalah anjing yang dalam keadaan sadar, anjing tak terkendali, di sini kita memiliki gambaran untuk pertama kali dari otaknya," tambah Berns, yang merupakan Direktur Emory University Center for Neuropolicy.

"Sekarang kita benar-benar dapat mulai memahami apa yang anjing pikirkan. Kami berharap ini akan membuka pintu baru ke dalam kognisi anjing, kognisi sosial dari spesies lain," ucapnya.

Berns menyadari anjing dapat dilatih untuk duduk diam dalam mesin pemindaian otak, atau fMRI (functional magnetic resonance imaging). "Saya menyadari, bahwa jika anjing dapat dilatih untuk melompat keluar dari helikopter dan pesawat terbang, kita pasti bisa melatih mereka untuk pergi ke fMRI, untuk melihat apa yang mereka pikirkan, " jelas Berns.

Dia dan rekan-rekannya melatih dua anjing untuk berjalan ke dalam alat pemindai dan tetap sepenuhnya masih di dalam fMRI yang terlihat seperti sebuah tabung. Dua anjing tersebut, yakni Callie (anjing agresif pemburu tupai berusia 2 tahun) dan McKenzie (jenis Collie berusia 3 tahun), semacam anjing berbulu panjang dari Skotlandia, terkenal dengan kecerdasannya.

Dalam percobaan, anjing-anjing tersebut dilatih untuk menanggapi isyarat tangan, dengan tangan kiri menunjuk sinyal ke bawah. Anjing akan menerima hot dog dan gerakan lainnya, kedua tangan mengarah ke satu sama lain secara horizontal, yang berarti tidak ada makanan.

Saat anjing-anjing tersebut melihat sinyal pemberian 'traktiran', daerah caudate nucleus di otak menunjukkan aktivitas. Sebuah daerah yang terkait dengan penghargaan pada manusia. Daerah yang sama tidak bereaksi saat melihat ada tanda 'traktiran'.

"Hasil ini menunjukkan bahwa anjing memberikan perhatian yang sangat dekat dengan sinyal manusia," kata Berns. "Dan sinyal-sinyal ini mungkin memiliki sambungan langsung ke sistem penghargaan anjing."

Evolusi Manusia

Para peneliti berpikir temuan tersebut membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut dari kognisi anjing yang bisa menjawab pertanyaan tentang hubungan yang mendalam antara manusia dengan anjing. Ini termasuk bagaimana anjing mewakili ekspresi wajah manusia dalam pikiran mereka dan bagaimana mereka memproses bahasa manusia.

Berdasarkan studi tersebut, peneliti mengatakan seperti sejarah evolusi antara manusia dan anjing, menunjukkan, adanya kemungkinan cermin yang unik ke dalam pikiran manusia.

"Otak anjing mewakili sesuatu yang khusus tentang bagaimana manusia dan hewan datang bersama-sama. Ada kemungkinan bahwa anjing bahkan mempengaruhi evolusi manusia," jelasnya.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal "Current Anthropology" edisi Agustus 2010 menunjukkan cinta manusia kepada binatang berkaki empat ini mungkin memiliki akar dalam evolusi manusia, bahkan membentuk bagaimana nenek moyang kita mengembangkan bahasa dan alat-alat lain dari peradaban.

[Sumber]

Jumat, 04 Mei 2012

Khasiat Rumput Laut Untuk Kesehatan Jantung

Bagi kebanyakan orang rumput laut bukanlah suatu jenis makanan yang diminati, dan cenderung diabaikan masyarakat barat.
Namun menyelipkan rumput laut pada saat makan malam dapat membantu mencegah serangan jantung, kata para peneliti.
Para peneliti telah menemukan bahan-bahan kunci dalam rumput laut yang membantu menurunkan tekanan darah, mirip dengan obat yang biasa diresepkan oleh dokter.


Menurut sebuah studi besar, rumput laut merupakan sumber yang kaya protein yang dikenal sebagai peptida bioaktif yang juga ditemukan dalam susu. Bahan kimia ini memiliki efek mirip dengan obat ACE inhibitor, yang secara luas diresepkan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah serangan jantung dan stroke.

Diketahui, rumput laut sangat jarang dikonsumsi masyarakat eropa dan barat, namun berbagai jenis rumput laut telah menjadi bahan pokok dalam makanan Jepang selama berabad-abad.

Varietas populer dari rumput laut adalah Wakame, digunakan dalam sup miso, Kombu, dan Nori, yang dikeringkan dan digunakan untuk membungkus sushi.

Dr Maria Hayes, dari Pusat Penelitian Makanan Teagasc di Dublin, mengatakan bahwa rumput laut adalah sumber makanan sehat yang belum dimanfaatkan.

Rumput laut sangat rendah akan kalori, dan beberapa ilmuwan mengklaim bahwa menkonsumsinya dapat membantu dalam penurunan berat badan dengan mencegah penyerapan lemak.

Bahkan peneliti Jepang baru-baru ini menemukan bahwa tikus yang diberi makan jenis rumput laut tertentu kehilangan 10 persen berat badan mereka.

rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium. Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10 -20 kali lipat dibandingkan dengan tanaman darat. 


Hasil Olahan Rumput Laut 



Nori: Nori dibuat dari rumput laut yang dihaluskan. bubur rumput laut ini kemudian dihamparkan dengan ketebalan yang sangat tipis. Proses selanjutnya dikeringkan sehingga bentuknya lembaran menyerupai kertas. Nori banyak digunakan pada masakan Jepang, mulai dari pembungkus sushi, udang gulung atau rollade goreng. Pilih nori yang lentur, kering dan warnanya hitam mengkilat. 

Kombu dan Wakame Sejenis ganggang laut yang dikeringkan. Kombu adalah bahan dasar membuat kaldu pada masakan Jepang. Setelah direbus kuahnya untuk kaldu dan kombunya digunakan untuk isi soup, salad atau tumisan. Sedangkan wakame, bentuknya hampir menyerupai kombu, biasanya digunakan untuk campuran salad, isi soup atau campuran mie. jangan merebus wakame lebih dari satu menit untuk mendapatkan citarasa yang maksimal. 


Manisan Rumput Laut Diperoleh dari rumput laut segar, kemudian dicuci, direbus dan diolah dengan larutan gula sebagai pengawetnya. Citarasanya menyegarkan dan teksturnya kenyal juga renyah, sangat cocok untuk campuran es, pudding dan aneka dessert.

Agar-agar Proses membuat agar-agar sangat panjang. Tahap pertama pemilihan jenis rumput laut yang akan digunakan, yaitu jenis gracilaria sp atau gelidium sp. Slanjutnya proses pemecahan dinding sel, pemasakan(ekstrasi) sampai pada pengeringan. Dipasaran banyak dijumpai agar-agar dalam aneka bentuk, baik yang batangan maupun serbuk. 

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa rumput laut adalah bahan pangan berkhasiat :
Antikanker Penelitian Harvard School of Public Health di Amerika mengungkap, wanita premenopause di Jepang berpeluang tiga kali lebih kecil terkena kanker payudara dibandingkan wanita Amerika. Hal ini disebabkan pola makan wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut di dalam menu mereka.

Antioksidan Klorofil pada gangang laut hijau dapat berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini membantu membersihkan tubuh dari reaksi radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Mencegah Kardiovaskular Para Ilmuwan Jepang mengungkap, ekstrak rumput laut dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, mengkonsumsi rumput laut juga sangat dianjurkan karena dapat menyerap kelebihan garam pada tubuh.

Makanan Diet Kandungan serat (dietary fiber) pada rumput laut sangat tinggi. Serat ini bersifat mengenyangkan dan memperlancar proses metabolisme tubuh sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas. Karbohidratnya juga sukar dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama tanpa takut kegemukan.


[Sumber]