Jumat, 16 Desember 2011
Aral sea, Laut Yang Mengering
Kamis, 20 Oktober 2011
Wanita 23 Tahun Mendadak Jadi Nenek-Nenek dalam Waktu Singkat
Melihat gambar di samping ini, Anda pasti menduga bahwa foto itu adalah gadis 20-an tahun dan neneknya. Namun, yang sebetulnya foto itu adalah orang yang sama, yang difoto hanya selisih beberapa hari saja.
Nguyen Thi Phuong, nama wanita itu, kini menjadi objek penelitian medis yang langka. ia diduga mengalami alergi ekstrem makanan laut yang mengubah kulitnya, namun beberapa ahli meragukannya.
Phuong, 26 tahun, mengatakan dia mulai bengkak-bengkak pada wajah dan kulitnya mulai kendur pada tahun 2008. Namun saat itu ia tak mencoba mencari pengobatan karena kemiskinannya.
Makin hari, penampilannya semakin menua. Kini, ia tampil bak wanita berusia 70-an tahun.
Thanh Tuyen, suaminya, mengakuinya. namun, tukang kayu ini mengaku cintanya pada sang istri tak pernah memudar.
Sehari-hari, Phuon selalu memakai memakai masker di depan umum untuk menyembunyikan penampilannya. Baru sekarang, dia menjadi objek penelitian dan pengobatan medis setelah sebuah rumah sakit menggratiskan seluruh biaya pengobatan.
Ia meyakini kondisinya disebabkan oleh alergi parahnya pada makanan laut. Dia bilang dia menderita reaksi sangat buruk pada tahun 2008.
"Aku benar-benar gatal di seluruh tubuh. Aku menggaruk bahkan ketika tidur," katanya.
Ia membeli obat di warung untuk menghentikan rasa gatalnya. "Setelah satu bulan meminum obat, gatal berkurang. Lalu aku beralih ke obat tradisional dan semua gatal-gatal menghilang. Namun, kulitku mulai melorot dan berlipat," katanya.
Phuon kemudian mengambil jenis lain dari obat tradisional untuk mengobati masalah penuaan yang cepat. Namun langkah ini sama sekali tak menolong.
Dokter mengatakan mungkin apa yang dialaminya akibat penggunaan jangka panjang obat-obatan tradisional yang sering dibubuhi dengan corticoids. Steroid ini mempercepat efek dari obat, tapi bisa memicu penyakit kulit yang langka yang disebut mastositosis, di mana tubuh menghasilkan sel mast terlalu banyak.
Pasangan itu tidak ingat apa obat yang mereka beli saat itu.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/senggang/unik/11/10/14/lt1ykk-kasus-langkawanita-23-tahun-mendadak-jadi-neneknenek-dalam-waktu-singkat
Jumat, 14 Oktober 2011
Tertangkap Kamera, Jet 'Pelangi' dari Lubang Hitam
Untuk pertama kalinya, jet warna-warni dari dalam salah satu elemen misterius galaksi, lubang hitam, tertangkap kamera. Seperti apa?
Gambar ini menunjukkan bagian terdalam jet aktif lubang hitam dan munjukkan betapa dinamisnya jet ini dari perkiraan sebelumnya. Selain itu, gambar ini menunjukkan, meski tak ada cahaya bisa luput dari lubang hitam, api energik yang ada dihasilkan dalam materi bola ultra padat.
Kejadian ini diamati dari pesawat Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) NASA. Lubang hitam ini berada di 20 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi. Massa lubang hitam ini diperkirakan mencapai enam kali matahari.
Peneliti berhasil mengetahui, meski ukurannya terkadang dengan cepat bertambah, jet tersebut dipancarkan dari area seluas 24.140 km. Selain itu, peneliti juga berhasil membuat pengukuran detail pada medan magnet lubang hitam ini.
Hasilnya seperti dikutip Dailymail, diketahui medan magnet lubang hitam ini 30.000 lebih kuat dibanding Bumi.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1777090/tertangkap-kamera-jet-pelangi-dari-lubang-hitam
Bukti Keberadaan Pelangi Lipat Empat
Selama 250 tahun, hanya ada empat penampakan terpercaya pelangi lipat empat. Hingga kini, para ilmuwan pun masih berdebat pada kebenaran ini.
Di konferensi tahun lalu, meteorolog Raymond Lee meramalkan kondisi agar pelangi ini bisa muncul dan menantang para pengejar pelangi mencarinya.
Sejak itu, pengejar pelangi Michael Grossman dan Michael Theusner berhasil memotret pelangi lipat tiga yang dikenal dengan pelangi tertiary.
Kemudian, mereka pun berhasil memotret gambar pelangi lipat mepat pertama. Pada gambar memang tampak dua pelangi namun sebenarnya terdapat pelangi tertiary (ketiga) dan quarternary (keempat).
Hal ini dikarenakan pelangi primary (pertama) dan secondary (kedua) muncul di bagian langit lainnya. Serupa photocopy, makin banyak jumlah pelangi, makin sulit pelangi itu dilihat. Profesor meteorologi di Naval Academy Amerika Serikat (AS) berhasil menemukan cara melihatnya.
Menurutnya, untuk melihat pelangi ketiga dibutuhkan awan petir gelap dan tetes air lebat. Dalam kondisi tersebut, sinar matahari akan dipantulkan melalui tetes hujan yang membuat warna pelangi ketiga sedikit kabur akibat awan petir gelap.
“Kunci melihat pelangi keempat, pelangi ini hanya tampak sembari melihat matahari di mana pelangi biasa akan muncul jauh dari matahari,” papar Lee seperti dikutip DM.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1784714/bukti-keberadaan-pelangi-lipat-empat
Jumat, 23 September 2011
Ujung Pelangi Misterius Berhasil Tertangkap Kamera
Menurut dongeng, di ujung pelangi bisa ditemukan seperiuk emas. Kini, seorang pengendara berhasil menemukan ujung pelangi misterius tersebut. Seperti apa?
Cukup mengecewakan memang, saat menemukan ujung pelangi ini namun tak menemukan seperiuk emas. Pengendara mobil ini berhasil memotret ujung pelangi tersebut di tengah jalan M25 di Surrey, Inggris seperti dilaporkan Dailymail.
Menurut mitos, terdapat seperiuk emas ada di ujung pelang yang
disembunyikan Leprechaun. Pelangi memiliki ceritanya masing-masing dalam mitologi banyak kebudayaan.
Pada mitologi Yunani-Roma, pelangi dianggap sebagai jalan yang dibuat malaikat untuk menghubungkan Bumi dan Langit. Bagi China, pelangi merupakan celah di langit yang disegel dewi Nuwa menggunakan batu lima warna.
Bagi suku Aborigin Australia, ular pelangi merupakan sang pencipta dan bagi umar Kristen, pelangi merupakan janji dari Tuhan untuk tak menghancurkan dunia dengan banjir.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1777496/ujung-pelangi-misterius-berhasil-tertangkap-kamera
Jumat, 26 Agustus 2011
Jalan Raya Di China Terlipat Karena Temperatur Yang Sangat Tinggi
sumber : http://melorot.blogspot.com/2011/08/jalan-raya-di-chinta-terlipat-karena.html
Jumat, 15 Juli 2011
Cahaya Misterius Melintasi Jakarta
Secarik cahaya warna oranye misterius terlihat melintas di langit sisi barat Jakarta dan Bekasi. Larikan cahaya tersebut disaksikan oleh para penumpang bus TransJakarta dan pengguna jalan di kawasan Jakarta Selatan.
Kamis, 16 Juni 2011
Aneh, Salju Turun di Musim Panas
Ada peristiwa aneh yang jarang terjadi. Sabtu (4/6/2011) lalu, ada salju setebal 6 inci di Hawaii, tepatnya di puncak Mauna Kea, salah satu pulau gunung api di rangkaian wilayah Hawaii. Padahal, tahu sendiri, sekarang lagi musim panas.
Salju di puncak Mauna Kea pada bulan Juni termasuk di luar kebiasaan. Salju pernah didapati juga pada bulan Juli, Agustus, bahkan akhir Mei. "Salju pada bulan Juni ini baru pertama kali terjadi setelah sekitar 30 tahun," kata Ryan Lyman, ahli cuaca dari Mauna Kea Weather Center, kepada Life's Little Mysteries.
Salju disebabkan badai besar akibat pertemuan udara hangat dengan udara dingin di atas Mauna Kea. Menurut Steven Businger, kepala ahli meteorologi dari Storm Evolution and Energetics Research, University of Hawaii Manoa, badai itu berhubungan dengan turunnya udara dingin dari atmosfer atas.
Sementara itu, dikatakan oleh Lyman, udara permukaan yang hangat naik dan bertemu dengan udara dingin di atmosfer atas. "Itulah yang menyebabkan badai... dan salju," tegasnya.
Businger menegaskan kalau munculnya salju itu bukan kejadian aneh. "Sering terjadi, tapi biasanya pada saat musim dingin, tidak pada musim panas," jelas Businger lebih lanjut.
Mauna Kea memiliki ketinggian lebih dari 4.200 meter."Pada ketinggian itu, temperatur di puncak sangat dingin sepanjang tahun," kata Businger.
Temperatur harian di puncak Mauna Kea sepanjang April hingga November berkisar -17 derajat celsius hingga 15 derajat celsius. "Jadi, ada salju selama musim semi dan panas termasuk normal," kata Businger.sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/06/12/22200253/Aneh.Salju.Turun.di.Musim.Panas
Kamis, 09 Juni 2011
Hujan Api di Permukaan Matahari
Lidah api matahari meletus pada Selasa (7/6/2011) pagi. Uniknya, letusan tidak menyebabkan lidah api ke angkasa, melainkan kembali ke matahari, menciptakan hujan berbentuk mahkota.
Peneliti surya asal NASA Jack Ireland mengaku belum pernah melihat kejadian seperti ini. Letusan terbilang berukuran sedang, tetapi plasma yang mengandung magnet yang dilontarkan lidah api--disebut filamen--bisa berukuran 10 kali Bumi. Kejadian letusan itu terjadi dalam jangka waktu beberapa jam.
Filamen yang besar biasanya terlepas dari medan magnet matahari dan melewat ke luar angkasa. Demikian penjelasan dari ilmuwan NASA Alex Young. Hanya saja pada kejadian kali ini, filamen kembali ke matahari. "Kemungkinan tidak punya energi yang cukup," katanya.
Hujan plasma tidak jatuh tegak lurus ke matahari, tetapi mengikuti garis medan magnet yang tidak tampak. Beberapa material tertarik ke titik terang aktivitas magnetik, yang disebut area aktif. "Medan manget dari area aktif itu menarik plasma. Sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," kata Young.
Kejadian itu terekam oleh Solar Dynamics Observatory milik NASA. Kejadian tersebut sendiri tidak akan berefek pada Bumi. "Tak perlu khawatir. Nikmati saja keindahannya," kata Young. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/06/09/17363933/Hujan.Api.di.Permukaan.Matahari
Rabu, 20 April 2011
Ilmuwanl : Bukit Magnet Purwokerto Ilusi Optik
Serupa jabal magnet Madinah di Arab, di Purwokerto juga muncul fenomena sama. Namun, ilmuwan mengklaim, fenomena itu hanyalah ilusi optik. Seperti apa?
Menurut fisikawan Brock Weiss dari Penn State University dan didukung pengukuran GPS, efek ini hanyalah ilusi. Ilusi lansekap ini membuat posisi pohon dan lereng di daerah sekitar atau garis cakrawala melengkung.
“Hal ini dapat menipu mata sehingga terlihat menaiki tanjakan padahal menuruni tanjakan,” paparnya. Tak semua bagian gunung mengalami kondisi ini, kondisi langka ini hanya terjadi pada titik tertentu.
“Kuncinya, lereng memiliki bentuk sedemikian rupa hingga memunculkan efek seolah orang berjalan menaiki tanjakan”. Pengukuruan GPS dan ilmuwan lain menunjukkan, elevasi daerah dasar tanjakan sebenarnya lebih tinggi dari elevasi daerah puncak. “Jalannya benar-benar menurun!”.
Dalam kasus jabal magnet dan ratusan gunung sejenis di penjuru dunia, bukan Hukum Gravitasi Newton yang salah melainkan pikiran manusia. Mata dan otak manusia dapat dibohongi degan mudah sehingga hukum fisika dapat berubah.
Namun, yang terjadi hanyalah penyimpangan sudut pandang dan sudut ganjil. Pada daerah semacam ini, daerah cakrawala sepenuhnya atau sebagian besar terhalangi. Akibat tak adanya titik referensi handal dan diperkuat ilusi indera keseimbangan tubuh, mata manusia silit menilai kemiringan permukaan.
Akibat lainnya, benda secara normal dianggap tegak lurus dengan tanah padahal sebenarnya berbaring.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1436852/ilmuwanjabal-magnet-purwokerto-ilusi-optik
' Bukit Magnet Madinah ' Muncul di Purwokerto
Jabal magnet atau bukit magnet Madinah terkenal akan kuatnya daya tarik magnet yang mampu menarik mobil. Di Purwokerto, bukit ini juga muncul. Benarkah?
Terdapat video YouTube menampilkan sebuah mobil seolah ditarik suatu gaya, mobil itu berada dalam keadaan mati. Kejadian di Baturaden, Purwokerto, ini sekilas mirip bukit magnet yang ada di Madinah.
Warga lokal pun meyakini adanya magnet yang menarik mobil tersebut. Namun, para ahli mengklaim mobil itu bergerak bukan karena daya tarik magnet melainkan mobil tersebut berada pada jalan menurun, bukan tanjakan.
Berbeda, video Madinah, ketika terdapat bis yang sudah dimatikan dan berada pada permukaan datar, bis tertarik dengan sendirinya oleh gaya magnet. Supir tak perlu menyalakan mesin karena mobil bisa berjalan sendiri berkat gaya aneh ini.
Bukit magnet paling banyak muncul di Amerika Serikat (AS), termasuk Alaska, Alabama, California, Florida dan lainnya. Namun, beberapa sumber AS mengklaim, bukit magnet hanyalah ilusi optik, meski sering kali ditemani klaim adanya medan magnet atau bahkan gaya supernatural.
Bagaimana menurut Anda?
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1434282/jabal-magnet-madinah-muncul-di-purwokerto
Minggu, 10 April 2011
Gara-Gara Koin, Lubang Ajaib Berubah Warna
Beberapa dekade, lubang ini menjadi daya tarik paling populer di kawasan Morning Glory Pool, Wyoming, Amerika Serikat. Tren baru, pengunjung melempar uang koin di lubang itu demi nasib baik.
Sebelumnya, mata air panas alami ini hanya memiliki warna biru khas. Namun, kini muncul pula warna hijau tua, kuning dan merah di sekeliling mata air. Sementara tampilan itu berubah dengan cara menakjubkan, alasan sebenarnya tidaklah terlalu menarik.
Wisatawan selama puluhan tahun melempar koin ke dalam kolam untuk keberuntungan. Namun, koin itu ternyata memblokir ventilasi panas kolam dan mengurangi suhu di sana.
Di saat yang sama, bahan kimia koin menyebabkan reaksi berbeda dan menumbuhkan bakteri. Selanjutnya muncul pula ganggang yang memberi warna hijau.
Ganggang merupakan bakteri fotosintesis dan termofilik yang dapat bertahan di suhu 64 derajat Celcius hingga 107 derajat Celcius.
Sebuah papan informasi hadir di seberang kolam yang mengatakan bahwa kemuliaan kawasan itu sudah memudar karena masyarakat melempar batu, botol dan kaleng sehingga menghalangi ventilasi panas di bagian bawah dan merusak kealamian kawasan tersebut.
“Bakteri yang berkembang dalam air panas mulai mati dan warna mulai memudar. Saya merasa sangat sedih melihat bagaimana manusia menghancurkan keindahan alam,” tulis konsultan IT, Arun Yenemula, yang mengambil foto tersebut.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1403002/gara-gara-koin-lubang-ajaib-berubah-warna
Senin, 21 Maret 2011
Pesona Supermoon di Berbagai Belahan Dunia
Berdasarkan data astronomi, pada Sabtu (19/3) pukul 19.10 GMT atau Minggu (20/3) pukul 02.10 WIB, jarak bulan dengan bumi hanya sekitar 356.577 kilometer.
Berikut ini adalah kumpulan fenomena supermoon yang diabadikan dari berbagai dunia.
1. Amerika
2. Inggris
3. Rusia
4. Indonesia
sumber : http://www.apakabardunia.com/2011/03/pesona-supermoon-di-berbagai-belahan.html
Sabtu, 19 Maret 2011
Menanti Indahnya Supermoon
Dari perhitungan astronomi, pada tanggal 19 Maret 2011 Bulan dalam peredarannya mengelilingi Bumi, akan berada pada posisi paling dekat dengan Bumi, disebut sebagai posisi perigee.
Tentunya dalam peredaran mengitari Bumi, Bulan akan selalui melalui posisi perigee, tetapi posisi perigee tersebut tidak selalu berada pada angka yang tepat sama, tetapi bervariasi sepanjang waktu.
Pada tanggal tersebut, yang pada saat itu Bulan dalam fase Purnama, dalam perhitungan merupakan jarak yang paling dekat ke Bumi semenjak 18 tahun yang lalu. Lalu? Apa yang akan terjadi?
Beredar kabar di dunia maya, bahwa pada saat tersebut, akan terjadi bencana alam yang sangat dahsyat, mulai dari badai besar, gempa Bumi sampai dengan letusan gunung berapi. Sepertinya seram sekali! Tetapi benarkah itu?
Mari kita tinjau satu persatu, pertama, fenomena ‘supermoon’, ini sebetulnya adalah fenomena alam yang biasa terjadi. Pada suatu ketika, dalam peredarannya di langit, Bulan-Bumi-Matahari bisa berada dalam satu garis lurus, biasanya pada saat itu bisa terjadi bulan baru atau bulan purnama.
Dan bila pada saat bulan purnama, Bulan berada pada posisi perigee, maka keadaan ini oleh para ahli astrologi (bukan ahli astronomi!) disebut ‘super moon’! Jadi istilah super moon bukanlah istilah astronomi, tetapi istilah astrologi.
Kedua, pada tanggal itu, akan terjadi bencana alam? Tentulah dalam siklus alamiah, Bulan mempengaruhi terjadinya gaya pasang surut laut di Bumi, dan ketika Bulan ‘mendekat’, tentulah pengaruh gravitasi Bulan menjadi lebih besar (demikian yang dikatakan hukum gravitasi Newton).
Akan tetapi, apakah bila pengaruh gravitasi Bulan menjadi lebih besar, akan terjadi bencana alam? Mari kita sedikit berhitung dengan matematika. Ambil rata-rata jarak Bumi-Bulan 382900 km, sedangkan pada tanggal 19 Maret 2011, Bumi-Bulan berjarak 356577 km, atau ‘mendekat’ sejarak 26323 km, atau hanya 6,87% lebih dekat dibanding rata-rata.
Dengan jarak yang sekecil itu (6,87%), akan menyebabkan dampak yang luar biasa? Seperti biasa, efek pasang surut terjadi setiap hari, dan bila resultan vektor gaya gravitasi Bulan dan Matahari menjadi lebih besar maka efek pasang surut menjadi lebih besar.
Tentunya pada saat ketika purnama ditambah perigee, gaya gravitasi menjadi lebih berpengaruh, tetapi, dari studi geofisika yang telah banyak dilakukan, tidak dtemukan adanya dampak yang signifikan pada keseimbangan energi Bumi.
Gempa Bumi, letusan vulkanik, ataupun berbagai fenomena di Bumi lebih disebabkan keseimbangan energi di Bumi, seperti pergeseran lempeng Bumi, sedangkan efek pasang surut oleh Bulan, tidaklah cukup kuat menggeser keseimbangan energi tersebut, yang artinya ‘super moon’ tidak akan menyebabkan bencana alam.
Mungkin dibutuhkan seorang Superman yang datang dari planet Kripton untuk menggeser keseimbangan Bumi, karena Superman mempunyai kekuatan yang jauh lebih besar dibanding kekuatan super moon.
Tetapi kita tahu bahwa superman adalah tokoh rekaan, sebagaimana bencana akibat super moon adalah telaah astrologi. Kalau sudah demikian, pertanyaan berikut, apa yang akan terjadi di tanggal 19 Maret yang akan datang?
Yang pasti Bulan akan tampak lebih ‘besar’ 14% dan 30% lebih cerlang di banding ‘biasanya’, dan kesempatan yang langka untuk menikmati Bulan, sembari memotretnya, atau sekedar nongkrong-nongkrong sembari minum coklat hangat dan menikmati kudapan di malam hari (bila langit cerah).
sumber : http://langitselatan.com/2011/03/18/menanti-indahnya-supermoon/
Minggu, 13 Maret 2011
Pelangi Es Langka Mirip UFO Muncul di Inggris
Inilah peristiwa fotografer berhasil menangkap fenomena langka: pelangi es di langit Isle of Wight, Inggris. Yang menarik, banyak masyarakat menilai ini UFO.
Fenomena yang juga sering dikenal sebagai ‘sundog’ ini tampak di atas Teluk Cowes, pantai utara Isle of Wight sehingga menciptakan goresan cahaya intens yang bewarna-warni di sekitar awan.
Pelangi es itu terbentuk akibat sinar matahari yang melewati kristal es di atmosfer. Peristiwa langka itu terjadi saat awan cirrus yang tipis berkumpul.
Saat kristal es mucul sejajar maka menciptakan pelangi vertikal. Fotografer Adam Gasson, 30, asal Bristol, Inggris, mengaku kagum karena belum pernah melihat ini sebelumnya.
“Saya melihat kejadian itu dari kejauhan dan berpikir hal itu sangatlah istimewa. Bentuknya yang menggantung di langit sangat mirip UFO,” kata Gasson yang melihat pelangi es sekitar 20 menit.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1311692/pelangi-es-langka-mirip-ufo-muncul-di-inggris
Minggu, 06 Maret 2011
Terkuak, Misteri Matahari Kembar di China
Apa yang sebenarnya terjadi? Situs sains, Life's Little Mysteries menanyakan fenomena tersebut pada astronom dari University of Illinois, Jim Kaler.
Menurut Kaler, penampakan Matahari ganda adalah efek dari refraksi atau pembiasan optikal. Namun, tambah dia, "ini sangat langka."
"Saya meragukan bahwa fenomena itu rekayasa komputer," kata Kaler. "Pasti ada semacam gumpalan atmosfer di suatu tempat yang mengakibatkan fenomena spektakuler itu. Ini memang nampak seperti fatamorgana," tambah dia.
Fatamorgana biasanya terjadi saat cahaya terbias. Biasanya terjadi dekat horison, di mana udara lebih tebal, dan selaras secara vertikal di atas atau di bawah sumber cahaya asli - bukan di sebelahnya, seperti dalam video. Menurut Kaler, perbedaan itu mungkin ketika potongan atmosfer berada di depan Matahari dan menciptakan efek khusus.
Meski luar biasa, penampakan Matahari kembar ini sebelumnya pernah terjadi. Juga penampakan Bulan kembar. Seperti yang tertera dalam buku "Light and Color in the Outdoors" karya astronom Marcel Minnaert.
Sementara, sejumlah ilmuwan ahli optikal atmosfer lain yang dihubungi Life's Little Mysteries mengaku belum pernah melihat fenomena seperti yang ada dalam video tersebut.
"Ini bukan fenomena optik biasa yang sering kita lihat," kata Grant Perry, ilmuwan atmosfer dari University of Wisconsin. "Saya bertanya-tanya sendiri, apakah ini disebabkan lensanya. Namun, jika itu yang terjadi gambar akan ikut bergerak jika kamera bergerak," kata Perry. "Tapi itu tidak terjadi."
Dalam hal optik, ia mengatakan," Anda bisa mengasumsikan ada partikel es atau sesuatu di atmosfer yang selaras sedemikian rupa sehingga membiaskan Matahari pada sudut yang sangat kecil, tapi hanya ke satu arah."
Beberapa efek optik atmosfer pernah dijelaskan secara sains sebelumnya seperi, sun dog, fatamorgana senja (sunset mirages), pilar matahari (sun pillars), dan halo Matahari. Namun apa penampakan dalam video itu tidak masuk dalam definisi apapun. "Ini sangat menarik," kata Kaler.
sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/207917-terkuak--misteri-matahari-kembar-di-china
Senin, 21 Februari 2011
FENOMENA Unik ..Halo Matahari Muncul di Karimun
fenomena alam berupa matahari dilingkari cincin pelangi atau dikenal dengan halo matahari muncul di langit Pulau Karimun Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Senin pukul 11.25 - 12.10 WIB.
Fenomena menarik itu terjadi sekitar 45 menit, saat cuaca cerah dengan matahari bersinar terik tanpa diselimuti awan. Puluhan pegawai Pemerintah Kabupaten Karimun keluar ruangan menyaksikan penampakan matahari yang tidak biasa itu.
Sebagian di antara mereka menyempatkan diri mengabadikan momen langka tersebut dengan kamera telepon seluler. Sebagian lainnya sibuk mendiskusikan gejala alam yang juga muncul di Padang, Sumatra Barat pada 30 September 2009, usai gempa besar melanda negeri tersebut.
Mala, pegawai Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di pintu masuk kantor bupati mengaku takjub dengan fenomena unik tersebut. "Fenomena langka. Apa ini yang namanya gerhana?" katanya setengah bertanya.
Sementara, beberapa pegawai lainnya mengatakan fenomena tersebut adalah halo matahari.
"Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik bagi Karimun," kata Arif, pegawai lain. Fenomena tersebut juga menghebohkan warga Bukit Sidomulyo, Tanjung Balai Karimun.
Yati, warga Bukit Sidomulyo yang berniat menjemur pakaian di rumahnya mengaku termangu beberapa detik menyaksikan pemandangan menarik tersebut. "Pemandangan seperti ini belum pernah saya lihat sebelumnya," ucapnya.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kepulauan Riau, Sulimin ketika dihubungi membenarkan bahwa fenomena merupakan halo matahari. "Proses terjadinya halo matahari sama seperti pelangi, kalau pelangi di lapisan bawah (atmosfer), terjadi pada sore hari atau pagi. Sedangkan halo matahari berada pada lapisan atas dan terjadi siang hari," katanya.
Menurut dia, halo matahari terjadi akibat pembiasan uap atau titik-titik air yang terpantul sinar matahari. Pembiasan titik air tersebut memunculkan cahaya yang melingkari matahari.
"Halo matahari merupakan fenomena alam biasa. Tidak ada kaitannya dengan mistik atau bencana alam. Lamanya tergantung keberadaan uap air di bagian atas atmosfer. Dan, tidak semua tempat bisa menyaksikannya, kami di Tanjungpinang sama sekali tidak melihat fenomena itu," katanya menambahkan.
sumber : http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/11/02/21/165285-halo-matahari-muncul-di-karimun















