Tampilkan postingan dengan label F1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label F1. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Desember 2008

FIA Serang Ferrari




MONACO - Ferrari sangat tidak setuju dengan penggunaan sistem KERS untuk Formula One (F1) musim depan. Praktis, hal ini membuat presiden Federasi International Automotif (FIA) Max Mosley berang.

Mosley pantas kesal dengan penuturan Ferrari itu. Pasalnya, pria asal Inggris itu merupakan penggagas ide tersebut. Itu dilakukan Mosley agar mobil F1 bisa lebih hemat lagi.

Namun beberapa tim tidak menyetujui ide Mosley tersebut dan meminta agar KERS ditunda. Bahkan, ada yang sudah menyatakan tidak akan menggunakan sistem itu pada musim depan, salah satunya Ferrari.

"Satu tim telah memproduksi sistem elektrik yang sangat mengagumkan, sedangkan tim lain tengah menyelesaikan tehknologi baru yang juga akan sangat luar biasa," kata Mosley.

"Ya, beberapa tim besar seperti Ferrari telah menegaskan tidak akan menggunakan KERS karena terlalu rumit," lanjut pria asal Inggris tersebut sebagaimana dikutip motoring.co.az, Kamis (11/12/2008).

"Bisakah Anda bayangkan para teknik mesin hebat seperti (Lotus yang didirikan Colin Chpman) atau (desiner mesin Cosworth DFV Kevin Duckworth) mengatakan tidak bisa mengaplikasikannya karena terlalu rumit," sindirnya.

BMW Sauber Uji Mobil Baru




JEREZ - BMW Sauber Formula One (F1) kembali meluncurkan dua mobil modifikasi sementara mereka di Jerez. Dua pembalap mereka Robert Kubica dan Nick Heidfeld memiliki kesempatan untuk mencoba.

Namun, ini kali pertama bagi sang pembalap Kubica, menjajal kemolekan body mobil tipe 2009 yang telah dilengkapi aplikasi sistem KERS. Sayang, laga ujicobanya berakhir prematur.

Kubica terpaksa berhenti ditengah laga setelah didera gagal mesin. Praktis, sasis rusak dan perlu direparasi. Sementara rekan setimnya, Nick Heidfeld lebih berkonsentrasi pada perkembangan F1.08B-03 yang dilengkapi mesin konvensional.

Pembalap Jerman ini berusaha menyetel kemulusan mobil, ban licin dan sistem kerja body sekaligus. "Hari ini saya merasa sangat produktif," ungkap Heidfeld seperti disitat automoto365, Kamis (11/12/2008).

"Kondisi cuaca yang mendukung, membuat kami mudah mengenali reaksi sesuai perhitungan waktu dibandingkan kemarin. Menyelesaikan 87 lap disertai masalah mesin, membuat kami mencoba opsi lain," tambahnya.

Pada laga ujicoba terakhir di Jerez, BMW Sauber akan terus meningkatkan kinerja mobil menjelang musim 2009.

Honda Bukan Pertama & Terakhir




MONACO - Honda Motor Company memutuskan untuk mundur dari Formula One (F1). Presiden FIA Max Mosley menegaskan, kalau tim asal Jepang itu bukan pertama dan yang terakhir keluar dari F1.

Diketahui, banyak tim F1 enggan mematuhi aturan baru FIA terkait penggunaan komponen dan mesin standart, termasuk Ferrari yang menolak aplikasi sistem KERS.

Mosley menyesalkan, tim-tim F1 seakan tidak peduli dengan krisis finansial global yang dialami F1. Sementara tim-tim F1 membela diri, mereka hanya mempertahankan konsistensi dan meningkatkan ketangguhan skuad.

Itu tidak mungkin didapat jika semua komponen distandardisasi. Ditengah polemik tersebut, tim Honda Racing membuat kejutan. Keluar dari F1 jika tidak bisa menjual tim.

"Honda keluar setelah angka penjualan mobil jatuh, dan tak ada yang bisa menjamin pabrikan bisa keluar dari krisis itu," ungkap Mosley seperti dilansir AP, Kamis (11/12/2008).

"Jika mereka benar-benar melakukannya, maka kami harus bersiap terhadap kemungkinan hengkang pabrikan lainnya. Bukan hanya di F1 melainkan juga ajang motorsport lainnya," tambahnya.

"Yang harus dihadapi F1 saat ini adalah buntut dari kesalahan sebelumnya, yakni masalah perekonomian. Maka aturan barunya, kami harus lebih resktriktif terhadap pengeluaran terutama masalah mesin,"lanjutnya

"Optimisme menjadi kunci kesuksesan F1 saat ini. Itu harga yang mahal dan tak tergantikan," pungkasnya.

Kovalainen Jajal MP4-23K




JEREZ - Pembalap McLaren Heikki Kovalainen akhirnya kembali mencicipi atmosfer lintasan, Rabu (9/12/2008). Bedanya, pembalap Finlandia itu menjajal trek dengan tipe terbaru McLaren bernama MP4-23K.

Ya, MP4-23K dilengkapi dengan inovasi baru, yakni komposisi ban licin, downforce rendah dan aplikasi sistem KERS. Kovalainen pun bisa dengan mudah mengadaptasikan laju balapnya dengan sempurna.

Bahkan, dirinya memberi masukan bermanfaat bagi teknisi McLaren. Tak hanya Kovalainen, Pedro de la Rosa juga sibuk dengan MP4-23A nya. Test driver ini konsentrasi penuh terhadap evaluasi kerja dan konfigurasi sistem aerodinamik.

Ya, punggawa McLaren memang berada di Jerez untuk meluncurkan penampilan terbaru mobil mereka, termasuk modifikasi sayap depan, seperti yang dicoba de la Rosa.

Direktur teknik mesin McLaren Paddy Lowe menilai ini sebagai upaya positif memantapkan kekuatan skuad menjelang musim 2009.

"Saya merasa ini sangat positif. Banyak komponen baru pada mobil, beberapa diantaranya berdasarkan aturan baru. Jelas, saya optimis," ujarnya seperti disitat autosport, Kamis (11/12/2008).

"Kami memang sedikit kaget dengan semua aturan baru itu. Tak seorang pun tahu konsekuensinya. Tapi tim melakukan setiap tugas dengan bai. Jadi, apapun hasilnya nanti, kami tetap bangga atas kerja keras ini," tandasnya.

Renault Mangkir dari FOTA?




ENSTONE - Tim Formula One (F1) Renault membantah isu, mereka berencana keluar dari keanggotaan FOTA.

Skuad pabrikan Prancis tersebut langsung mengeluarkan pernyataan resminya, Kamis (10/12/2008); mereka tetap menjadi bagian dari aliansi tim-tim F1 (FOTA).

"Menyusul gencarnya spekulasi di media, ING Renault F1 menegaskan, baik Tim maupun Renault masih menjadi bagian dari FOTA," ungkap jurubicara Renault dalam statemennya seperti dilansir autosport.

"Kami menegaskan, baik Briatore maupun Renault sama sekali tidak pernah berbicara kepada press tentang hal ini."

Sementara, perwakilan FOTA akan kembali menghadiri pertemuan dengan presiden FIA Max Mosley di Monaco, hari ini. Kedua pihak akan mendiskusikan beberapa usulan dari tim-tim F1.

Kabarnya, Renault adalah salah satu dari lima tim yang setuju pemakaian mesin standart guna memangkas pengeluaran tim. Ya, mesin standart Cosworth akan mulai dipakai musim 2010 jika sedikitnya empat tim F1 menyetujui aplikasi mesin itu.

Honda Mundur, Alonso Terkejut




JEREZ - Fernando Alonso yang sempat memikirkan untuk bergabung dengan Honda pada Formula One (F1) musim 2009, mengaku terkejut dengan keputusan mundur yang diambil pabrikan asal Jepang tersebut.

"Sungguh disayangkan. Saya sangat terkejut dengan berita ini, karena Honda sudah cukup lama berada di Formula One dan merupakan salah satu yang terbesar di F1," sesal Alonso.

"Tapi, saya tahu ini bukan sebuah keputusan yang gampang buat mereka dan saya berharap tidak ada tim lain lagi yang menyusul mereka," lanjut pembalap Renault tersebut seperti disitat autosport, Kamis (11/12/2008).

Sementara itu, Alonso berharap keputusan beberapa tim untuk menguarangi pemotongan biaya dapat mempertahankan tim lain yang ada di Formula One dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Sekarang seluruh tim sudah setuju untuk mengurangi pengeluaran biaya. Saya yakin mereka akan menemukan jalan yang terbaik untuk masalah ini. Banyak cara untuk menguarangi biaya tanpa harus meninggalkan F1," pungkas pembalap asal Spanyol itu.

Rabu, 10 Desember 2008

Mundur, Honda Berpotensi Kehilangan Rp 1,64 T




Jakarta - Keputusan Honda mundur dari arena F1 mendatangkan konsekuensi serius. Bila tidak berhasil mendapatkan pemilik baru, pabrikan asal Jepang itu bakal kehilangan Rp 1,64 triliun.

Akibat krisis ekonomi yang tengah melanda dunia, pekan lalu Honda memutuskan keluar dari F1, ajang balap paling prestisius di dunia. Penyelamatan diupayakan dengan mencari pemilik baru --yang hingga sekarang belum didapatkan.

Namun ada efek samping dari semua itu. Para pakar industri di Inggris memperkirakan Honda menghadapi beban sebesar 100 juta poundsterling (Rp 1,64 triliun) terkait pengunduran dirinya itu.

Tim F1 Honda selama ini bermarkas di Inggris. Akibat pengunduran dirinya, Honda harus membayar paket kompensasi karena harus merumahkan sekitar 700 orang staf; dengan beberapa di antaranya adalah mereka yang berpenghasilan tertinggi di bidangnya.

Selain itu, Honda juga harus membongkar pabrik mereka yang sangat canggih dan berisi mesin-mesin berteknologi tinggi di kota Brackley, Northamptonshire. Kontrak-kontrak dengan belasan pemasok barang dengan demikian juga harus putus.

Semua itu belum selesai. Seperti diwartakan The Times, angka Rp 1,64 triliun itu tidak termasuk kompensasi yang harus dibayar kepada pembalapnya, Jenson Button, yang diperkirakan mencapai 24 juta pounds (Rp 396 miliar). Pembalap Inggris itu baru saja meneken perpanjangan kontrak untuk tiga tahun ke depan.

Di sisi lain, Honda juga kehilangan potensi pendapatan dari sejumlah sponsor potensial.

Perusahaan minyak Petrobras baru saja meninggalkan Williams dan berniat bergabung dengan Honda. Padahal kontrak dengan Petrobras bernilai sekitar 20 juta dolar AS (Rp 222 miliar) per tahun. Calon sponsor lain yang akhirnya batal adalah perusahaan elektronik Honeywell.

Namun semua kesulitan itu tidak mengurangi keyakinan Honda untuk menemukan pemilik baru. Chief Executive Nick Fry optimistis bahwa pemilik baru akan didapat sebelum akhir tahun ini.

Foto: Jenson Button hadir di markas Honda di Brackley, Northamptonshire, Inggris (REUTERS Picture)

Trulli Berharap Dekati Tim Papan Atas


London - Jarno Trulli menyambut positif peraturan baru di F1. Pembalap Italia ini yakin perubahan tersebut akan membantu Toyota memangkas jarak dengan tim top F1 lainnya.

Pada musim 2009, F1 telah mengumumkan peraturan baru diantaranya modifikasi sistem aerodinamik, penggunaan Kinetic Energy Recovery Systems (KERS) dan pemakaian kembali ban licin menjadi spesifikasi dalam satu setelan tipe terbaru mobil F1 2009.

Trulli pun menyambut gembira dengan peraturan baru tersebut. Pembalap Italia ini yakin bahwa perubahan tersebut akan membuat Toyota memiliki peluang untuk bertarung merebut podium utama di musim 2009 nanti.

"Peraturan baru telah membuat Toyota punya kesempatan untuk memperkecil jarak dengan tim top. Target kami bertarung di depan di setiap seri, dan 2009 bisa menjadi kesempatan yang baik," ungkap Trulli seperti dilansir Sky.

Toyota menunjukkan kemajuan yang cukup baik di musim 2008 setelah berhasil finis di peringkat kelima klasemen konstruktor. Sedangkan Trulli dan rekan setimnya, Timo Glock sempat naik podium di Prancis dan Hungaria.

Trulli berharap dia musim 2009 prestasi mereka bisa semakin baik. "Saya yakin kami akan berangkat dari situ untuk memotong jarak dengan tim top dan bersaing dengan mereka lebih konsisten," kata pembalap Italia itu.

Toro Rosso Dominan, Buemi Tercepat


Madrid - Persaingan antara para pembalap Toro Rosso cukup ketat. Namun Sebastien Buemi akhirnya mampu mencatat hasil terbaik dalam ujicoba di Jerez.

Toro Rosso memang mendominasi jalannya hari kedua ujicoba di sirkuit Jerez, Rabu (10/12/2008). Buemi akhirnya mencatat waktu lap tercepat yaitu satu menit dan 18.073 detik dalam ujicoba tersebut.

Pembalap asal Swiss ini berhasil mengalahkan waktu Takuma Sato dan Sebastien Bourdais yang berada di posisi kedua dan ketiga. Saat ini mereka sedang bersaing mendapatkan dua posisi yang lowong di Toro Rosso.

Sementara Pedro de la Rosa berada di posisi keempat tercepat. Test driver McLaren ini memang sedang melakukan pengujian dengan sayap depan 2009 untuk pertama kalinya dengan mobil sementara MP4-23A.      
 
Kimi Raikkonen juga tampil dalam tes di Jerez ini dan berada di posisi kelima. Namun pembalap Ferrari ini mengungkapkan bahwa mereka hanya menguji mengenai cara kerja ban slick untuk mempersiapkan musim depan.

"Kami bukan melahap banyak kilometer. Paling utama kami mencoba merasakan bagaimana ban slick bekerja dan mencari beberapa solusi pada mobil kami untuk musim mendatang," ujar Kimi seperti dilansir Auto Sport.

Heikki Kovalainen juga turun untuk menguji mobil dengan sistem KERS. Begitu juga dengan dua kali juara dunia Fernando Alonso juga kembali beraksi dengan mencoba mobil Renault sebanyak 106 lap

Hasil Tes di Jerez

 
1.  Buemi         Toro Rosso-Ferrari   (B)  1:18.073  
 2.  Sato          Toro Rosso-Ferrari   (B)  1:18.601  
 3.  de la Rosa    McLaren-Mercedes     (B)  1:18.673  
 4.  Bourdais      Toro Rosso-Ferrari   (B)  1:19.032  
 5.  Raikkonen     Ferrari              (B)  1:19.334  
 6.  Kovalainen    McLaren-Mercedes     (B)  1:19.631  
 7.  Alonso        Renault              (B)  1:19.907  
 8.  Rosberg       Williams-Toyota      (B)  1:20.309  
 9.  Heidfeld      BMW-Sauber           (B)  1:20.365   
10.  Massa         Ferrari              (B)  1:20.490   
11.  Kubica        BMW-Sauber           (B)  1:20.954  

Loeb Serius ke F1 Tahun 2010


Jakarta - Di usianya yang ke-37 David Couldhart memutuskan pensiun, hal mana juga dilakukan Michael Schumacher dua musim lalu. Tapi Sebastien Loeb malah serius ingin terjun ke F1 pada 2010, saat umurnya sudah 36.

Keinginan Loeb untuk menjajal balapan jet darat bukannya cuma main-main. Dia tampaknya cukup serius untuk banting setir dari WRC ke F1 dua tahun dari sekarang.

Juara rekor juara dunia lima kali reli itu memang sempat berada di dalam kokpit F1 sebelumnya. November lalu dia sempat melakukan ujicoba dengan tim Red Bull di Barcelona setelah sebelumnya mengendarai RB4 di Sirkuit Silverstone.

Hasil yang dia raih sangatlah memuaskan. Melahap 82 putaran di Barcelona, pembalap 34 tahun itu sama sekali bebas dari masalah. Di akhir sesi dia malah bisa duduk di posisi delapan dari total 17 pembalap yang turun.

Tahun 2007 dia juga sempat menjajal Renault milik Heikki Kovalainen sebagai barter setelah pembalap Finladia itu mencicipi mobil WRC miliknya.

"Bos tim berpikir kalau saya terlalu tua, tapi secara mental tidak: umur tidak akan menjadi halangan buat saya," ungkap Loeb dalam wawancaranya dengan suratkabar Liberation seperti diberitakan F1Live.

"Dengan program ujicoba di tahun 2009, saya akan bisa berada di grid F1 pada 2010," pungkasnya yakin.

Di ajang reli dunia, Loeb nyaris tak punya lawan berarti lagi mengingat dia merupakan pemegang juara dunia dalam lima tahun terakhir. Baru-baru ini dia memprotes gelara reli dunia terkait kalender seri 2009, evolusi mobil dan perubahan regulasi.

FIA & FOTA Selamatkan F1




MONACO - FIA dan aliansi tim-tim Formula One (FOTA) sepakat penghematan biaya mulai musim 2009 yang telah mereka setujui bersama, mampu menjamin masa depan olahraga balap jet darat bergengsi tersebut.

Kendati belum diketahui detil kesepakatan antara FIA dan FOTA, rapat yang diselenggarakan Rabu (10/12/2008) di Monaco, diklaim sebagai pertemuan tersukses yang pernah digelar.

"Saya gembira dengan hasil pertemuan ini," ungkap presiden FIA Max Mosley seperti dilansir autosport, Kamis (10/12/2008).

Presiden FOTA Luca di Montezemolo menambahkan, "Kesatuan seluruh tim menjadi hal penting untuk menemukan solusi tepat bagi F1. Tentunya dengan kesepahaman visi, seperti yang diminta FIA."

Disebutkan, pemangkasan biaya yang diusulkan Mosley pada Juli lalu, tidak hanya mampu menguatkan aspek finansial saja. Melainkan juga mempertahankan martabat Formula One sebagai olahraga balap motor kelas atas.

Beberapa langkah penting yang telah diputuskan bersama diantaranya; mempersingkat waktu sesi ujicoba, pengembangan sistem aerodinamik dan pemanfaatan komponen standart.

Namun, opsi pemberlakuan mesin standart untuk seluruh tim belum diputuskan. Dan agaknya, pabrikan tidak mau dipaksa memakainya.

Ferrari Tak Gunakan KERS



MARANELLO - Direktur Teknik Ferrari Aldo Costa menegaskan, kalau Ferarri belum menggunakan sistem Sistem Recovery Enerji Kinetik (KERS) pada musim 2009. Ya, merupakan penggunaan sistem KERS menjadi aspek paling dibicarakan pada musim 2009 nanti.

"Penggunaan sistem itu memang ringkas dan ringan. Tapi, itu akan berpengaruh kepada keseimbangan mobil meskipun  kecil," jelas Costa seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, Kamis (11/12/2008).

Costa menyatakan, Ferrari belum menggunakan sistem KERS untuk 2009. Debut penggunaan sistem energi recovery tersebut juga belum akan digunakan pada ujicoba di Jerez, akhir tahun ini.

Germany Auto Motor Jerman Sport melaporkan, bahwa Ferrari dan partner electronic Magneti Marelli masih memiliki masalah utama pada sistem electric motor.

Juru bicara Ferrari Luca Colajanni menjelaskan: "Kami akan memulai tes sistem KERS dengan menggunakan mobil baru, tapi bukan pada musim ini."

F2009 akan dijadwalkan meluncur pada Januari nanti. Bisa dimengerti mengapa Ferarri belum menggunakan sistem baru pada mobilnnya. F2009 sendiri sudah selesai dirancang dan siap digunakan.

Red Bull Dukung Pemotongan Biaya




JEREZ - Krisis yang menimpa Formula One (F1), memaksa beberapa tim merencakan pemotongan biaya pengeluaran. Team Principal Red Bull Christian Horner mendukung penuh rencana pemotongan itu.

Manajemen senior Red Bull tengah memikirkan pemotongan biaya yang mencapai 30 persen secara matang-matang, dalam jangka waktu 12 bulan kedepan.

"Perencanaan Red Bull telah cukup matang dan saya rasa kami tidak akan kompromi dengan masalah ini," tegas Horner sebagaimana dikutip autosport, Rabu (10/12/2008).

"Semua tim memang sedang membahas masalah pemotongan biaya ini. Kami bekerja sama dengan FOTA dan melalui FIA," lanjut pria asal Inggris itu.

"Kami hanya menyesuaikan dan mencoba bereaksi dengan masalah ekonomi ini. Tentu, pengeluaran tim F1 memang tidak terkontrol beberapa tahun terakhir," pungkasnya.

Lebih lanjut Horner menambahkan, perkembangan mengenai pembahasan masalah ini sudah mulai mencapai akhir.

Mesin Standar Stabilkan F1



MONACO - Presiden Federasi Automotif Internasional (FIA) Max Mosley menjelaskan alasan pengenalan mesin standar bagi Formula One (F1). Mosley mengatakan kalau mesin standar dapat menstabilkan F1.

Rencananya, Mosley segera memperkenalkan mesin standar hari ini. Dia tengah bertemu dengan seluruh anggota Asosiasi Tim F1 (FOTA). Lima tim besar termasuk Renault dikabarkan setuju masalah ini.

"Secara dramatis kami harus memangkas pengeluaran supaya terjadi perubahan pada Formula One di masa mendatang," tegas Mosley saat berbicara di Forum Bisnis Motor Sport, Kamis (11/12/2008).

"Kami harus menstabilkan sistem dengan dimulai dari mesin dan gearbox standar. Dimana setiap orang bisa melakukannya karena tidak mahal," lanjut pria asal Inggris tersebut.

"Standar mesin dapat menstabilkan Formula One, sampai kami bisa membawa energi baru yang sangat efesien, tanpa diragukan lagi akan menjadi masa depan ajang ini," tandasnya.

"Tapi, saya ingin memastikan kalau objek utama Formula One adalah tetap menjadi olahraga balapan motor yang mengandalkan tekhnologi," pungkas pria 68 tahun tersebut seperti disitat autosport.

Selasa, 09 Desember 2008

Ferrari Rencanakan Pemotongan Biaya




MILAN - Honda Motor Company memutuskan untuk mundur dari ajang Formula One (F1) karena masalah biaya. Untuk itu, Ferrari langsung merencanakan pemotongan biaya untuk musim 2009 mendatang.

"Proses ini telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Tapi kini kami akan melakukan pemotongan itu dalam jumlah cukup banyak," jelas direktur Ferrari Stefano Domenicali kepada Corriere della Sera, Selasa (9/12/2008).

Meski begitu, Domenicali mengaku khawatir pemotongan biaya akan membuat persaingan F1 di cabang mesin menjadi tidak sehat. Buktinya, beberapa waktu lalu Tim Kuda Jingkrak sempat menolak adanya pemotongan.

"Kami berada terdepan dalam mendukung teknologi di kompetisi ini. Fans dapat duduk dengan tenang karena Ferrari akan selalu menjadi terdepan," lanjut pria asal Italia tersebut.

Honda memutuskan untuk mundur dari F1, karena masalah krisis finansial dunia. Pabrikan asal Jepang itu fokus ke bisnis penjualan, dari pada menghabiskan dana sekira USD291 juta per tahun guna balapan di ajang Grand Prix.

"Ini merupakan krisis yang sangat besar dan Anda bisa mengerti alasan yang secara otomatis memaksa mereka mundur. Ribuan pekerja pun terancam pemecatan akibat krisis ini," tambahnya.

"F1 memang beberapa kali sudah terbukti dapat memecahkan masalah. Reaksi yang dilakukan F1 cukup masuk akal guna menghindari kesalahan fatal," pungkas pria 43 tahun tersebut.

Rossi Tes Bersama BMW Sauber




HINWIL - Mimpi remaja 17 tahun Alexander Rossi untuk mengemudikan mobil F1 BMW menjadi kenyataan. Rossi berhak menjajal cockpit F1.08 selama sehari penuh setelah memenangi World Final Formula BMW di Mexico.

Direktur olahraga bermotor BMW, Mario Theissen, yang menyerahkan langsung trofi kemenangan kepada Rossi memberikan ucapan selamat kepada sang pemenang.

"Selamat kepada Alexander Rossi. Kami telah melihat balapan yang menegangkan, bersih, di lintasan sepanjang pekan ini. Alexander mengemudi pada balapan fantastis dan melewati mobil demi mobil. Dia pantas mendapat kemenangan ini," ujar Theissen dilansir F1 Technical Selasa (9/12/2008).

Rossi berkomentar: "Pemikiran mengemudikan mobil Formula One membuat saya tak dapat berbicara apa-apa. Sejak pertama kali melihat F1, saya selalu ingin mengemudikan mobil balap seperti itu."

"Sekarang mimpi itu menjadi kenyataan. Ketika saya melihat pemenang tahun lalu Philipp Eng mengemudi di sini di Mexico, saya sangat iri padanya. Hal itu memberikan saya motivasi luar biasa untuk mengikuti jejaknya. Dan itulah yang saya lakukan," tutup Rossi.

Williams Ada untuk F1




GROVE - Meski ada kekhawatiran lebih jauh, Honda sepertinya bakal menjadi satu-satunya tim yang meninggalkan arena Formula One musim depan. Tim lain satu persatu mulai menegaskan komitmen mereka untuk bertahan, termasuk Williams.

Spekulasi bakal adanya tim lain yang mengikuti jejak Honda--setelah sebelumnya Super Aguri juga tumbang--membuat kekhawatiran memuncak, seperti yang dirasakan CEO Williams Adam Parr.

"Saya perkirakan satu atau dua tim akan segera menarik diri dari Formula One dalam waktu dekat," ujar Parr seperti dikutip AP, Selasa (9/12/2008).

"Saya percaya kemungkinan kami akan kehilangan tim lain sebelum dimulainya musim depan dan ada kemungkinan besar dari pihak manufaktur," sambung Parr.

Meski khawatir peserta berkurang, Parr menjanjikan Williams bukanlah tim yang dimaksudnya. Williams akan tetap bertahan.

"Honda sebenarnya tidak perlu meninggalkan F1, mereka hanya memilih demikian. Williams tidak akan pernah memilih meninggalkan F1. Sepanjang dapat saling mendukung dan mengumpulkan uang bersama kami akan terus membalap," yakinnya.

Red Bull Takkan Ikuti Jejak Honda




MILTON KEYNES - Pabrikan raksasa Jepang Honda mundur dari hingar bingar Formula One karena alasan finansial. Banyak pihak memperkirakan bakal ada korban baru yang ikut menarik diri.

Fokus mengarah pada tim-tim peserta yang tidak mendapat dukungan dari manufaktur mobil. Badai finansial bakal sulit dihadapi oleh tim-tim seperti itu.

Namun Red Bull meyakinkan publik bahwa mereka tetap berkomitmen untuk tetap bertahan di ajang F1.

"Kedua tim kami sudah aman sekarang, tapi Red Bull Racing dapat saja menghemat 30 persen anggaran mereka," ujar penasehat olahraga bermotor Red Bull, Helmut Marko dilansir Autosport, Selasa (9/12/2008).

Untuk memuluskan langkah mereka di F1, Red Bull baru-baru ini memborong jatah saham Gerhard Berger di tim Toro Rosso. Alhasil, perusahaan raksasa asal Austria ini memiliki hak penuh kepemilikan Red Bull Racing dan juga Scuderia Toro Rosso.

Force India Buka Pintu untuk Gary Paffet?




WOKING - Mantan juara balapan DTM yang juga tes driver McLaren Mercedes, Gary Paffet, berharap bisa berkarir di ajang Formula One bersama Force India. Faktor kedekatan McLaren dengan Force India diharap Paffet menjadi pelicin maksudnya.

Paffet memang sangat bernafsu bisa masuk jajaran pembalap F1. Keinginan kuatnya memang didasari pada kenyataan, bahwa Force India tengah membuka pintu bagi pembalap baru.

Paffet pun berharap dapat menjadi pembalap pertama yang masuk membela tim yang didanai pengusaha Vijay Mallya itu.

"Saya memiliki tiga tahun pengalaman melakukan uji coba untuk tim terbaik di ajang F1. Hal berharga bagi tim yang ingin mengembangkan mobil dan pastinya akan menyelesaikan puzzle bersama antara Force India dan McLaren," papar Paffet dilansir Eurosport, Selasa (9/12/2008).

"Pastinya pintu terbuka dengan bergabungnya McLaren dan Force India dalam soal teknis, dengan mesin serta girboks Mercedes. Dan saya merasa sudah siap terjun ke dunia F1," ujarnya yakin.

Richards: Sulit Selamatkan Honda




WARWICKSHIRE - Memang tidak mudah untuk memiliki sebuah tim yang berlaga di ajang sekelas Formula One (F1). Hal ini diakui juga oleh mantan bos Benetton dan BAR David Richards.

"Saya tidak ingin terburu-buru dan mengatakan ini adalah sesuatu yang harus saya lakukan. Pertama saya ingin mengetahui fakta. Saya ingin mengetahuinya dengan jelas sebelum melakukan komitmen," kata Richards.

Richards memang memiliki ambisi untuk kembali berkecimpung di dunia F1. Dia pernah memiliki mobil jet darat BAR, sebelum lisensinya dibeli oleh Honda pada musim 2004 silam.

"Ini bukan hanya masalah membeli sebuah tim. Saya harus berpikir panjang sebelum memutuskan untuk berkomitmen lagi. Sebab, saya sadar berlaga di F1 tidak akan gampang," lanjut pria asal Inggris itu.

Richards bukan tanpa alasan mengatakan. Sebab, Anda membutuhkan dana minimal sebesar USD300 juta guna berlaga di ajang sekelas F1. Masalah ini jugalah yang memaksa Honda Motor Company mundur dari ajang jet darat super cepat ini.

"Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki sumber dana yang kuat dan perlengkapan yang diperlukan, guna menghadapi masalah yang tidak diduga," pungkas pria 56 tahun itu.