Tampilkan postingan dengan label Celebrity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celebrity. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

10 Selebriti Dunia Yang Gagal Dalam Berbisnis

Saat ini banyak selebriti yang terjun ke dunia bisnis. Beberapa di antaranya membuka usaha seperti restoran atau berkolaborasi dengan desainer terkenal untuk menjual pakaian, sepatu dan parfum.

Dari cukup banyak selebriti mencicipi bisnis itu, ada yang berhasil dan tak sedikit juga yang kurang seberuntung rekan-rekannya. Kegagalan manajemen, kurangnya waktu dan komitmen serta tak adanya inovasi adalah beberapa penyebab bangkrutnya usaha atau bisnis para selebriti. Seperti dikutip Glamour Vanity, berikut 10 selebriti yang gagal dalam usaha.

1. Britney Spears (Nyla Restoran)
http://hermawayne.blogspot.com
Britney Spears merupakan salah satu selebriti yang bangkrut dalam usaha restorannya bernama Nyla. Restaoran Nyla dibuka pada Juni 2002 di hotel Dylan, Manhattan. Adanya beberapa pelanggaran kode kesehatan di restoran tersebut, akhirnya bisnis restoran Britney mulai mengalami masalah keuangan. Kemudian restoran Nyla mencoba untuk menghindari terjadinya kebangkrutan total dengan mengubah menu makanan menjadi hidangan Italia (awalnya Asia). Perubahan tersebut tidak dapat menyelamatkan restoran itu. Kurang dari 6 bulan setelah dibukanya Nyla, pelantun 'Oops I Did It Again' itu terpaksa menutup restorannya.

2. Steven Spielberg (Restoran Dive!)
http://hermawayne.blogspot.com
Steven Spielberg dan CEO Dreamworks, Jeffrey Katzenberg membuka restoran Dive! pada 1994 di Los Angeles dan 1995 di Las Vegas. Restoran ini bertemakan kapal selam. Setiap setengah jam, restoran ini akan mensimulasikan seolah-olah seperti menyelam dengan lampu merah berkedip di sekitar ruangan. Selain dari makanan, restoran ini juga mendapat penghasilan tambahan dengan menjual souvenir laut. Pada awalnya usaha Steven Spielberg dan Jeffrey Katzenberg sukses, tetapi restoran ini tidak bisa membuat para pelanggannya tertarik lagi. Sehingga restoran Dive! di Los Angeles dan Las Vegas ditutup pada tahun 1999.

3. Nicky Hilton (Nicky-O Hotel)
http://hermawayne.blogspot.com
Sebagai keturunan keluarga Hilton, Nicky Hilton merasa memiliki bakat dalam bisnis hotel. Ia pun berencana membuka jaringan hotelnya sendiri dengan membangun hotel mewah yang memiliki 94 kamar di 2 lokasi, yaitu Miami dan Chicago. Adik Paris Hilton itu sampai menyewa Roberto Cavalli untuk merancang suite hotel. Hotel mewah tersebut awalnya dijadwalkan dibuka pada 2007, namun selalu terjadi penundaan. Hingga Nicky Hilton kemudian digugat oleh partnernya dan mengatakan bahwa Hilton telah berjanji untuk mempromosikan hotel tersebut, tetapi faktanya ia berbohong kepada mitranya.

4. Natalie Portman (Vegan-Friendly Footwear)
http://hermawayne.blogspot.com
Natalie Portman meluncurkan usaha toko sepatunya sendiri yang dinamakan vegan-friendly. Hal itu karena selama ini Natalie dikenal kerap memakai pakaian dan sepatu yang bukan terbuat dari kulit hewan. Dia berkolaborasi dengan desainer Te Casan untuk meluncurkan vegan-friendly di awal 2008. Namun, sepatunya terbilang mahal dengan harga $ 200 atau Rp 1,8 jutaan untuk sepasang, dan tak lama setelah itu pada Desember 2008, Te Casan menutup toko karena penjualannya gagal.

5. Kardashian Bersaudari (The Kardashian KARD)
http://hermawayne.blogspot.com
Pada 2008, Kim Kardashian dan 2 saudarinya, Kourtney dan Khloe meluncurkan kartu kredit pra-bayar berlabel "The Kardashian KARD". Kakak beradik itu sangat bersemangat untuk membuat produk keuangan sendiri. Namun setelah seorang konsumen mengeluh tentang biaya kartu yang sangat tinggi, akhirnya bisnis mereka tersebut sirna dan ketiganya mundur dari perusahaan yang menaungi kartu kredit itu. Kardashian bersaudari juga mengaku tidak tahu menahu tentang biaya kartu yang tinggi.

6. Heidi Montag (Heidiwood Clothing Line)
http://hermawayne.blogspot.com
Heidi Montag membuka bisnis fashion pada 2008. Koleksi pakaiannya dijual di Anchor Blue stores dengan harga berkisar $ 10 sampai $ 60 atau Rp 90 ribu - Rp 540 ribuan dan dirancang untuk gadis remaja. Sayangnya, para pengkritik mendeskripsikan bahwa baju-baju yang tergolong tidak mahal tersebut terbilang sebagai produk gagal atau tidak layak untuk dipakai. Hanya 7 bulan setelah peluncuran, Heidiwood tak ada lagi di Anchor Blue. Manajemen toko memutuskan untuk tidak memperbaharui kontrak dengan Montag.

7. Jennifer Lopez (Restoran Madre)
http://hermawayne.blogspot.com
Jennifer Lopez membuka restoran bernama Madre pada 2002 di Pasadena, California. Restoran ini menawarkan makanan Latin dengan hidangan seharga $ 30 dan $ 50 atau Rp 270 ribu dan Rp 450 ribu. Namun Madre hanya berhasil bertahan selama 6 tahun dan ditutup pada 2008. Kegagalan bisnis yang dialami oleh J-Lo bukan hanya pada restorannya saja, melainkan juga pada bisnis fashionnya. Pada 2003, J-Lo membuat clothing line yang kemudian ditutup setelah 4 tahun berdiri.

8. Eva Longoria (Restoran dan Klub Malam Beso)
http://hermawayne.blogspot.com
Pada 2008, bintang serial TV 'Desperate Housewives', Eva Longoria, bermitra dengan koki Todd English untuk membuka restoran yang dinamakan Beso, sebuah restoran steak latin. Usahanya tersebut cukup berhasil dan pada 2009, Eva memutuskan untuk membuka 1 lagi di Las Vegas dengan menggabungkan restoran dan klub malam. Akan tetapi restoran dan klub malam milik Eva dilaporkan kehilangan lebih dari $ 76.000 per-bulannya dan telah memiliki utang sebesar $ 5,7 juta. Pada bulan Januari, klub malam tersebut mengajukan perlindungan kebangkrutan dan akhirnya ditutup.

9. Kanye West (Pastelle Clothing Line)
http://hermawayne.blogspot.com
Kanye West dikenal akan kecintaannya terhadap fashion dan kemudian mencoba peruntungannya di industri pakaian pada 2009. Tapi hanya dalam 2 hari setelah foto Pastelle yang diposting di internet, bisnis itu kemudian jatuh. Kegagalan bisnis tersebut tak lain karena kelakukan West yang dianggap tidak sopan pada penyanyi Taylor Swift. Ketika itu ucapannya tersebut dikritik banyak pihak.

10. Mandy Moore (Mblem Clothing Line)
http://hermawayne.blogspot.com
Mandy Moore meluncurkan lini pakaian Mblem pada 2005. Koleksinya ditargetkan sebagai pakaian kontemporer untuk anak muda. Merek ini dijual di department store besar di seluruh negeri. Namun pada 2009, hampir 3 tahun setelah peluncurannya, Moore menutup bisnisnya tersebut. Ia mengaku ingin fokus pada karir musiknya.Tautan

sumber : http://hermawayne.blogspot.com/2012/02/10-selebriti-dunia-yang-gagal-dalam.html

Minggu, 09 Oktober 2011

FOTO: Pesona Ayu Ting Ting di Balik Kamera



Blantika musik Indonesia kedatangan artis pendatang baru. Lewat lagu 'Alamat Palsu' dara 19 tahun bernama Ayu Ting-Ting kini menjadi sorotan banyak mata. Penampilan beda. Ia mendandani diri layaknya artis Korea. Ia juga berjanji tak bakal mengumbar goyang erotis guna memikat penonton.

“Kalau manggung, aku nggak mau pakai tari-tarian yang erotis. Ayu ingin jadi diri sendiri yang apa adanya saja," kata Ayu, saat sitemui di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Ayu mengaku memulai kariernya di musik dangdut sejak beberapa tahun yang lalu. Memang namanya tidak langsung terkenal. Ia lebih dulu tampil di panggung-panggung kecil seperti hajatan. Tetapi, sekali-sekali ia juga menerima tawaran manggung ke luar kota.

Dan tahun 2007, ia mulai mendapat tawaran rekaman. Ia pun berganti nama menjadi Ayu Ting Ting. Memang lagu pertamanya tidak terkenal. Ayu tak putus asa. Ia tetap terus mengejar mimpinya untuk menjadi pedangdut terkenal. Musik dangdut dipilih Ayu karena ia sudah akrab dengan musik tersebut sejak kecil.

"Aku dicekoki musik dangdut sama orangtua sejak kecil ya. Tapi, aku mulai nyanyi itu ketika aku di kelas 3 SMP. Aku mulai rajin ikut lomba nyanyi dan macam-macam," ungkapnya.

Saat ini pesona Ayu Ting Ting seolah membius jutaan masyrakat tanah air. Suara lengkingan Ayu saat melantunkan lagu ' Alamat Palsu' juga sering diperdengarkan lewat media sosial. Di situs video sharing YouTube, banyak yang mengunggah video Ayu, baik itu video klipnya maupun video saat Ayu tampil di sejumlah acara musik di televisi.

Video klip "Alamat Palsu" yang di-post gunawan01419, misalnya, setidaknya telah ditonton 446.452 kali. Sedangkan, video klip yang sama yang diunggah NengAmel, tercatat telah dikunjungi 231.560.

Kegemparan ini tak urung menyebabkan ring back tone "Alamat Palsu" laris manis. Maka tak heran, jika saat ini Ayu disebut sebut sebagai artis muda pendatang baru dengan bayaran cukup tinggi. Sekali pentas, Ayu kini bisa meraup penghasilan hingga Rp 30 juta.











sumber : http://showbiz.vivanews.com/news/read/252498-foto--pesona-ayu-ting-ting-di-balik-kamera

Senin, 06 Juni 2011

Adegan ML, Justin Timberlake-Cameron Diaz Santai

Adegan ML, Justin Timberlake-Cameron Diaz Santai

Justin Timberlake santai melakukan adegan ML (bercinta) dengan mantan kekasihnya, Cameron Diaz dalam Bad Teacher. Timberlake sama sekali tak canggung.


Justin Timberlake bersikeras tidak canggung saat syuting adegan ML dengan mantan pacarnya Cameron Diaz dalam film Bad Teacher. Demikian mengutip femalefirst, Senin (6/6).

Justin mengatakan, "Saya tidak melihat seperti itu (masa lalu). Kita jelas mengenal satu sama lain, Namun saya melihat sebagai tuntutan adegan. Sungguh lucu karena belum pernah sebelumnya."

"Apa yang saya benar-benar ingat adalah adegan ML harus close-up. Apalagi sutradara Jake [Kasdan] terus berteriak keluar, 'OK, lebih berkerut! wajah jelek! Belum lagi yang lainnya. Dan, aku berusaha untuk tidak tertawa," imbuhnya.

sumber : http://artis.inilah.com/read/detail/1578922/adegan-ml-justin-timberlake-cameron-diaz-santai

Syur, Foto Mirip Pevita Pearce Beredar di Internet

Syur, Foto Mirip Pevita Pearce Beredar di Internet

Belum usai kisah artis dengan foto syurnya, kini, giliran foto berani mirip artis muda Pevita Pearce yang jadi bahan pembicaraan di dunia maya.


Foto nakal mirip Pevita itu sendiri sebenarnya sudah lama beredar di dunia maya dan sempat menjadi pembicaraan di forum-forum internet. Namun entah mengapa, foto tersebut kini ramai lagi dibicarakan di forum internet.

Ada dua foto nakal yang ada di dunia maya. Di foto tersebut, wanita yang mirip Pevita tengah berfoto bersama dua orang teman wanitanya. Ketiga wanita tersebut tengah berpose dengan hanya menunjukkan pakaian dalam dengan gaya nakal.

Sedangkan di foto lainnya, cewek mirip Pevita tengah mengapit sebuah benda yang sangat mirip dildo dibagian area intimnya. Di foto tersebut, cewek mirip Pevita itu mengenakan baju, namun kedua pakaian dalamnya yang berwarna cokelat jelas terlihat.

Sampai berita ini diunggah, Pevita belum bisa diminta klarifikasinya soal foto-foto nakal yang diduga dirinya tersebut.

http://artis.inilah.com/read/detail/1578842/syur-foto-mirip-pevita-pearce-beredar-di-internet

Selasa, 05 April 2011

Kurt Cobain in Memoriam - (20 Februari 1967 - 4 April 1994)

Kurt Donald Cobain, atau yang lebih dikenal dengan nama Kurt Cobain adalah salah satu ikon musik rock tahun 90-an. Kurt dan band-nya Nirvana menjadi salah satu band yang meraih puncak popularitas sebagai pengusung aliran grunge. Kurt adalah seorang vokalis dan sekaligus frontman grup asal Seattle tersebut.

Kurt gampang dikenali dari gaya berpakaiannya yang sangat urakan, terkesan kumuh dan betul-betul anti kemapanan. Selaras dengan jenis musik yang diusungnya. Wajahnya tampan, namun lebih sering terlihat kuyu dan tak terurus. Kurt jelas adalah orang yang tak pernah peduli pada penampilannya sendiri.



Kurt adalah seorang yang penuh kontroversi. Ini tak lepas dari kepribadiannya yang susah ditebak dan cenderung introvert. Namun, meski introvert Kurt tetap mampu menciptakan sederet musik yang kemudian jadi muara perlawanannya. Perlawanan terhadap banyak hal.

Musik yang diusung Kurt dan bandnya-Nirvana-sekilas memang jauh dari rasa indah. Bunyi gitar yang kasar dan penuh distorsi dengan gebukan drum dan betotan bas yang garang disempurnakan dengan lirik yang simpel dan kadang sangat pendek. Namun sesungguhnya di situlah letak keindahan musik Nirvana. Simpel dan tidak macam-macam.

Nirvana dengan cepat menarik perhatian kaum muda yang sedang gamang mencari idola baru. Kurt dan Nirvana dinobatkan banyak orang sebagai juru bicara kaum muda. Para pemilik modalpun segera memanfaatkan kesempatan ini. Habis-habisan mereka menggunakan Nirvana sebagai tambang emas mengeruk keuntungan. Fanspun makin bertambah.

Sayangnya, popularitas yang datang dengan cepat itu membuat Kurt jadi labil. Sifatnya yang susah ditebak, akhirnya jadi makin susah ditebak. Di atas panggung, hobi menghancurkan instrumentnya makin menjadi-jadi. Di luar panggung, dengan kehidupan yang nyaris tak bisa dimengerti orang lain, Kurt jatuh ke pelukan heroin. Pusat rehabilitasi menjadi langganannya. Band jadi mulai terlantar, beberapa tur akhirnya dibatalkan karena Kurt kadang terlalu mabuk untuk naik ke panggung. Termasuk sebuah kejadian di Roma yang membuatnya masuk rumah sakit.


Punya istri dan kemudian punya anak tak jua membuat Kurt jadi lebih kalem. Meski sempat terlihat lebih â€Å“sehatâ€�, Kurt tetaplah seorang Kurt dengan pribadi yang tak bisa dimengerti orang banyak. Diam-diam Kurt kembali ke pelukan heroin.

Puncaknya adalah saat dia kabur dari pusat rehabilitasi sambil membawa sepucuk pistol hadiah ulang tahun dari seorang sahabatnya. Orang-orang yang mencintainya kebingungan mencari sang bintang. Nyaris tak ada kabar sebelum akhirnya pada tanggal 8 April 1993 mayatnya ditemukan di lantai atas sebuah garasi rumah ibunya. Menurut keterangan, tubuh tersebut telah menjadi mayat sejak 3 hari sebelumnya. Â

Kurt nekad mengakhiri hidupnya sendiri. Di atas sepucuk surat yang menjadi suicide notes-nya Kurt mengungkapkan alasan kenapa dia memilih jalur pintas tersebut. Kurt mengaku tidak bisa lagi menikmati semua sorotan yang diarahkan kepadanya. Sorak-sorai para fans dan gegap gempita sebuah panggung tak lagi mampu memikatnya. Bahkan Kurt mengaku bersalah telah menjalani semua itu tanpa perasaan suka. Di ujung suratnya Kurt menuliskan kata terakhirnya, lebih baik padam daripada pudar, it’s better been burn than fade away…

Ah, Kurt memang sosok yang sangat sulit untuk dimengerti. Pribadinya terlalu kompleks dan tertutup. Mungkin memang hanya Kurtlah seorang yang bisa mengerti dirinya sendiri dan kenapa dia memilih jalan itu untuk mengakhiri hidupnya.

Kurt menyusul banyak musisi rock lainnya yang mati dalam usia muda. Kurt mungkin belum syah ditasbihkan sebagai seorang legenda besar seperti Jimi Hendrixx, Jim Morrison atau Janis Joplin, namun bagi sebagian orang Kurt tetaplah seorang legenda. Seorang pendobrak yang akan selalu dikenang.

Label Musik Nirvana : subpop.com / dgcrecords.com

sumber : http://rnunugraha.blogspot.com/2011/02/kurt-cobain-in-memoriam-20-februari.html

Devi Dja, Orang Jawa Yang Menembus Hollywood

Nama kelompok teater Dardanella sempat sangat tersohor pada tahun 40-an. Teater pimpinan pria berkebangsaan Inggris keturunan Rusia bernama Pedro (Willy Klimanoff) ini bukan saja harum namanya di Indonesia tapi juga dunia. Mereka kerap manggung di luar negeri, dari Asia hingga Eropa.


Dardanella mencapai puncak keemasan ketika diperkuat dua seniman serba bisa Tan Tjeng Bok dan Devi Dja. Pada masa itu, mereka merupakan roh pertunjukan Dardanella. Tan Tjeng Bok mendapat julukan “Douglas Fairbanks van Java” sementara Devi Dja “Bintang dari Timur” (Star From the east).


Minim Literatur


Saat ini agak sulit mencari biografi Devi Dja secara lengkap, kecuali mungkin di buku otobiografi “Gelombang hidupku, Devi Dja dari Dardanella” karya (Alm) Ramadhan KH yang dicetak tahun 1982 oleh penerbit Sinar Harapan. Sayangnya, buku itu pun sekarang sudah tergolong langka.


Saking langka dan minimnya literatur tentang sosok wanita ini, Matthew Cohen PhD, staf pengajar di University of London dalam sebuah diskusi kesenian Bali-Jawa di Amerika ‘Dewi Dja Goes to Hollywood’ Maret lalu, tertarik untuk mendokumentasikan kembali kehidupan Devi Dja bersama kelompoknya di Amerika Serikat dalam sebuah buku yang sedang disusunnya bertajuk ‘Performing Java and Bali on International Stages: Routes from the Indies, 1905-1952’.


Yang jelas, biografi wanita ini dalam literatur kesenian Indonesia sangat minim. Entah jika di Amerika sana, tempat dimana dia kemudian menghabiskan sisa hidupnya.


Siapa Devi Dja?




Menurut catatan Ramadhan KH, Devi Dja atau “Bintang Dari Timur” lahir pada 1 Agustus 1914 di Sentul, Yogyakarta, dengan nama kecil Misria dan kemudian menjadi Soetidjah. Dia sering menguntit kakek dan neneknya, Pak Satiran dan Bu Sriatun, ngamen berkeliling kampung memetik siter. Devi Dja memang memiliki minat seni sejak kecil. Dia juga berangkat dari keluarga Jawa yang miskin di awal abad ke-20.


Saat mereka sedang ngamen di daerah Banyuwangi, dimana pada waktu bersamaan grup sandiwara yang lain, Dardanella pimpinan Pedro (Willy Klimanoff) yang sudah terkenal, juga main di Banyuwangi.


Pedro mengaku tertarik dengan Soetidjah dan langsung melamarnya. "Ternyata Pedro melihat pertunjukan kami. Katanya ia tertarik pada saya ketika saya menyanyikan lagu Kopi Soesoe yang ketika itu memang sedang populer," tutur Devi Dja ketika berkunjung ke Jakarta menjenguk Tan Tjeng Bok yang sedang terbaring sakit tahun 80-an.


Meski keluarga Soetidjah keberatan, akhirnya Soetidjah mau menerima pinangan Pedro dan bergabung sebagai pemain Dardanella. Soetidjah tak penah mengenyam pendidikan sebelumnya, dia baru belajar baca dan menulis latin ketika bergabung di Dardanella pada usia 14 tahun.


Di tahun awalnya bergabung, Soetidjah hanya dapat peran-peran kecil dan lebih sering menjadi penari yang tampil dalam pergantian babak. Bintang Soetidjah mulai bersinar ketika pemeran utama wanita Dardanella, Miss. Riboet jatuh sakit.


Soetidjah pun didaulat memerankan tokoh Soekaesih—peran yang selama ini dipegang Miss. Riboet—dalam lakon “Dokter Syamsi”. Meskipun usianya baru 16 tahun ketika itu, akting Soetidjah cukup meyakinkan yang kemudian dipanggil Erni oleh kawan-kawannya.


Keliling Dunia, Nginap di Rumah Mahatma Gandhi lalu Berlabuh di Amerika


Dan sejak itu, karirnya di Dardanella mulai menanjak. Perlahan tapi pasti ia berhasil menjadi menyaingi ketenaran Miss. Riboet dan Fifi Young, dua wanita pemeran utama Dardanella. Bersama Tan Tjeng Bok, Soetidjah menjadi sosok penting dalam kisah sukses grup Dardanella. Dia lalu terkenal dengan nama Miss. Devi Dja.


Saat Dardanella pertama kali mentas di luar negeri, Devi Dja baru 17 tahun. Usia yang kata Devi Dja lagi seger-segernya. Menurut catatan Ramadhan KH, saat Dardanella manggung di luar negeri, nama kelompok Dardanella mulai berganti-ganti, dengan personil yang juga berganti-ganti. Kecuali Pedro dan Devi Dja tentunya.


Dardanella lalu main di Hongkong, New Delhi, Karachi, Bagdad, Basra, Beirut, Kairo, Yerusalem, Athena, Roma. Terus keliling Negeri Belanda, Swiss, dan Jerman. Pada Mei 1937 saat manggung di India, rombongan mereka disaksikan oleh Jawaharlal Nehru yang kemudian jadi pemimpin negeri itu. Kabarnya Pedro dan Devi Dja sempat menginap di rumah Mahatma Gandhi.


Dan seperti dituturkan Devi Dja pada Majalah Tempo di tahun 80-an, saat bermain di luar negeri, Dardanella berubah namanya menjadi “The Royal Bali-Java Dance”. "Kami lebih mengutamakan tari-tarian daripada sandiwara, sebab khawatir penonton tidak tahu bahasanya," katanya.


Devi Dja juga masih ingat ketika perang dunia pertama mulai berkecamuk, mereka sedang berada di Munich, Jerman. Saat itulah keadaan masyarakat dunia sedang dalam kegelisahan yang juga dialami oleh personel “The Royal Bali-Java Dance” (Dardanella) terkait situasi perang.


Ramadhan KH menulis, di tengah kegelisahan masyarakat Eropa khususnya, Pedro kemudian mengambil keputusan menyeberang ke Amerika saat mereka sedang berada di Belanda. Akhirnya bersama rombongan kecil Dardanella, Devi Dja naik kapal "Rotterdam" menuju Amerika.

Perhitungan Pedro ketika itu barangkali karena negara Amerika relatif lebih menjanjikan, lagipula Amerika tidak terlibat terlalu jauh dalam perang dunia pertama.

Dengan nama tenar yang disandangnya, sesampainya di Amerika mereka mendapat sponsor dari Columbia untuk mementaskan karya-karya mereka di hampir seluruh kota besar Amerika. "Kami keliling, tidur di trem saja. Cuma di New York menetap dua minggu," tutur Devi Dja.




Photobucket

Berita Devi Dja di sebuah harian Amerika


Sudah merasa cukup lama di Amerika mereka bermaksud kembali ke tanah air, tapi Perang Dunia II keburu pecah dan Indonesia diduduki Jepang. Akhirnya mereka tertahan di Amerika tidak bisa pulang.

Setelah perang usai anggota rombongan tinggal belasan orang, sebab sebagian berusaha pulang. Dan semangat pun mulai luntur.

Demi bertahan hidup di Amerika, Pedro dan Devi Dja membuka sebuah niteclub bernama Sarong Room di Chicago, yang sayang terbakar habis pada 1946. Pedro akhinya merasa tak tahan dan meninggal dunia di Chicago tahun 1952.

Di masa awal kemerdekaan Indonesia, Devi Dja sempat bertemu Sutan Syahrir yang tengah memimpin delegasi RI untuk memperjuangkan pengakuan Internasional terhadap kemerdekaan Indonesia di markas PBB New York tahun 1947. Oleh Syahrir, dia sempat diperkenalkan sebagai duta kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Amerika. Dan namanya pun makin dikenal di negara itu. Sebab itu tak sulit baginya mendapatkan kewarganegaraan Amerika.

Tahun 1951 Devi resmi menjadi warga negara Amerika. Sepeninggal Pedro, Devi masih sempat mementaskan kebolehannya dari pangung ke panggung bersama anggota kelompok yang tersisa. Devi menikah dengan seorang seniman Indian bernama Acce Blue Eagle.

Menurut Ramadhan KH, pernikahan itu hanya berlangsung sebentar. Acce tidak suka Devi Dja bergaul dengan sesama masyarakat Indonesia di Amerika. Sedang itu adalah dunia Dewi Dja. Apalagi setelah terbetik kabar, bahwa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya.

Setelah itu Devi terbang ke Los Angeles, kesempatan karir terbentang di sana. Devi Dja sempat menari di depan Claudette Colbert yang takjub oleh gerak tangan dan kerling mata Devi Dja. Kabarnya Devi hampir terpilih untuk mengambil peran dalam salah satu film produksi Hollywood. Tapi sayang, karena bahasa Inggrisnya kurang fasih. Dia gagal mendapatkan kesempatan itu.

Dia lalu menikah lagi dengan orang Indonesia asal gresik yang menetap di Amerika bernama Ali Assan. Dari Ali Assan ini Devi memperoleh satu anak perempuan yang diberi nama Ratna Assan. Tapi usia pernikahan mereka tak lama, mereka pun bercerai.

Kesibukaannya di Amerika adalah mengajarkan tari-tarian daerah kepada penari-penari Amerika. Devi mengaku meski namanya sudah terkenal sebagai penari, tapi kehidupan kala itu susah, mengingat dunia habis dicabik-cabik perang.

Namun Devi mengaku beruntung berteman dengan selebriti Hollywood yang menjadi teman akrabnya. Ia akrab dengan Greta Garbo, Carry Cooper, Bob Hope, Dorothy Lamour, dan Bing Crosby. Merekalah yang banyak membantu Devi dalam memberikan kesempatan.
Devi juga sempat bermain dalam beberapa film, antara lain The Moon And Sixpence, riwayat hidup pelukis Prancis Paul Gaugin. Dia juga membintangi atau menjadi koreografer film Road to Singapore (1940), Road to Morocco (1942), The Picture of Dorian Gray (1945), Three Came Home (1950) dan Road to Bali (1952). Di Los Angeles Dewi juga rutin mengisi acara televisi lokal.

Anaknya, Ratna Assan sempat bermain sebagai pemeran pendukung dalam film Papillon (1973) yang dibintangi Steve Mc Quin dan Dustin Hoffman. Tapi Ratna Assan kemudian tidak melanjutkan karir aktingnya di Hollywood, sesuatu yang amat disesali Devi Dja mengingat anaknya itu fasih berbahasa Inggris, tidak seperti dirinya.

Hari-Hari Terakhir

Dalam bukunya Ramadhan KH menulis bahwa Devi Dja pernah memimpin float Indonesia (float "Indonesian Holiday", dengan sponsor Union Oil) dalam "Rose Parade" di Pasadena, tahun 1970. Dia menjadi orang pertama Indonesia yang memimpin rombongan Indonesia yang turut serta dalam Rose Parade di Pasadena itu.

Waktu tanda penghargaan sampai padanya, ia panggil anaknya, Ratna "Ini Ratna, bacalah!" Penghargaan bagi kalian, bagi kita." "Ya Mamah. Kali lain kita harus mempertunjukkan sesuatu yang lebih bagus lagi".

Air mataku menetes lagi, kata Dewi Dja. Entah mengapa. Barangkali karena cintaku sedemikian besar kepada sesuatu yang jauh daripadaku. Aku tidak bisa melepaskannya. Tidak bisa! Seluruh hatiku tercurah baginya. Indonesiaku, engkau jauh di mata, tetapi senantiasa dekat di hatiku, bahkan menggelepar hidup di dalam jantungku.” kata Devi dalam buku itu.

Namun ternyata bukan cuma itu, Devi Dja pernah tampil membela pemuda-pemuda Indonesia di Pengadilan Los Angeles ketika berita tentang "Perbudakan di Los Angeles" marak. Devi tampil membela pemuda-pemudi Indonesia yang dirantai dihadapkan ke pengadilan di Los Angeles.

Namun berkat campur tangan Dewi Dja bersama Staf KJRI RI Los Angeles, Pruistin Tines Ramadhan (alm), dan Dirjen Protokol Konsuler di Deplu Pejambon waktu itu, Joop Ave, persoalan "budak-budak" dari Indonesia itu terselesaikan, tidak masuk bui.

Di Los Angeles Devi Dja tinggal di kawasan Mission Hill, San Fernando Valley, 22 km utara Los Angeles. Di rumah berkamar tiga di pinggiran kota itu ia tinggal bersama putri satu-satunya, Ratna Assan. Semasa pensiun Devi Dja mendapat sedikit uang pensiun dari Union Arts, tempat dimana dia bergabung.


Photobucket

Batu nisan Devi Dja di Hollywood Hills


Tahun 1982 saat berusia 68 tahun, Devi Dja pernah pulang ke Indonesia atas undangan Panitia Festival Film Indonesia. Dia sempat menjenguk kolega lamanya Tan Tjeng Bok yang tergolek lemah di rumah sakit sebelum meninggal dunia tahun 1985.


Devi Dja kemudian meninggal di Los Angeles pada tanggal 19 Januari 1989 dan dimakamkan di Hollywood Hills, Los Angeles. Catatan tentang Dewi Dja sempat ditulis dalam beberapa buku diantaranya Standing Ovations: Devi Dja, Woman of Java karya Leona Mayer Merrin, terbit pada 1989 dan dalam buku memoar suaminya Lumhee Holot-Tee – The Life and Art of Acee Blue Eagle.


sumber : http://berbagifb.blogspot.com/2010/10/kisah-devi-dja-wanita-jawa-yang.html
kali.html

Senin, 28 Maret 2011

2 April, Marshanda Lepas Masa Lajang



Marshanda dan Ben Kasyafani memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya akhir pekan ini. Pasangan ini akan melangsungkan akad nikah di Hotel Sofyan Betawi Jakarta pada 2 April mendatang.

"Konsepnya memang semuanya Chaca (panggilan akrab Marshanda). Aku bagian eksekusi saja, bagian angguk-angguk dan geleng-geleng," kata Ben saat fitting baju pengantin yang terakhir di butik Riny Suwardy, Jalan Bendungan Hilir V No 14, Jakarta Pusat, Senin 28 Februari 2011.

Rencananya, mereka akan memakai konsep Minang-Maroko untuk acara resepsi. Pasangan ini memilih warna merah, gold dan burgundy untuk dekorasi dan gaun pengantin. Sementara busana akad nikah lebih dominan ke warna off-white. Ada 800 undangan yang disebar untuk acara resepsi yang akan digelar di Bidakara Assembly Hall, 3 April mendatang.

"Sebelumnya memang ada pengajian tapi nggak ada acara adat, kalau orang Jawa kan ada siraman, kalau Padang ada malam bainai, nah kita nggak ada," ucap Chaca.

Ben yang duduk di dekat kekasihnya menuturkan bahwa kesibukan mereka berdua membuat dirinya dan Chaca harus merelakan melepas beberapa tawaran pekerjaan. Sebab total waktu yang mereka miliki untuk mengurus pernikahan mereka hanya dua bulan.

"Kita menyesuaikan dengan waktunya juga ya, karena kita sama-sama sibuk. Jadi ada beberapa yang harus direlakan," tambah presenter berkacamata itu.

sumber : http://showbiz.vivanews.com/news/read/211813-2-april--marshanda-lepas-masa-lajang

Foto Hot Syahrini Dan Kaka Slank Di Panggung

Foto-foto hot ini diambil dalam konser akbar Slank menyambut ulang tahunnya ke 27 yang akan digelar 11 Desember 2010 yang lalu. Terlihat Syahrini dan Kaka Slank menikmati aksi mereka di panggung. Selain Syahrini artis-artis yang ikut memeriahkan acara tersebut adalah Marshanda, Melly SHE, Pinkan Mambo, Paquita Wijaya dan drummer cilik JP Millenix. Foto Panas Syahrini dan Kaka Slank









Sumber : kapanlagi.com

Selasa, 08 Maret 2011

10 Cewek Cantik dalam Film Harry Potter

#10 Evanna Lynch (Luna Lovegood) - Evanna memiliki wajah yang agak mirip dengan Dakota Fanning. Tapi kalo dilihat baik2 sih kayaknya jauh lebih seksi deh


#9 Scarlett Byrne (Pansy Parkinson)

#8 Katie Leung (Cho Chang)- Katie dini kalo dilihat2 kayaknya mirip2 Elly Tran, bener gak sih??


#7 Helena Bonham Carter (Bellatrix Lestrange) Si tokoh jahat ini dalam kesehariannya memang tampak kucel kayak orang ga mandi Tapi ga bisa dipungkiri itulah daya tariknya


#6 Bonnie Wright (Ginny Weasley) Adik Ron Weasley ini sempat membuat fansa laki2 film Harry Potter histeris karena kecantikannya. Gimana gan? eamng cantik kan?


#5 Tiana Benjamin (Angelina Johnson) - Nama tengah Tiana adalah Opium. Dan kayaknya kita setuju banget kalo bodynya bikin addicted cowok2, hehehe


#4 Clemence Poesy (Fleur Delacour) Mirip Kirsten Dunst nih


#3 Julianne Hough (Hogwarts Schoolgirl) Meskipun cuma tampil sedikit banget di film Harry Potter sebagai salah satu siswa Hogwarts, tapi tidak bisa dipungkiri kalo cewek ini langsung menarik peerhatian khususnya laki2


#Melanie Slade (Gryffindor Quiditch Tryouts Spectator) - Melanie sempat menjadi cameo dalam film Harry Potter And The Half Blood Prince sebagai kometator pertandingan quidditch dan duduk di sebelah hermione. Bisa dilihat, benar2 komentator yang cantik


Sumber : http://www.menjelma.com/2010/12/cewek-cewek-cantik-dalam-film-harry.html


Kamis, 17 Februari 2011

Foto Artis Saat Muda Dan Setelah Tua




Bob Dylan
:




Debbie Harry:




Henry Rollins:



James Hetfield – Metallica:



Mick Jagger:



Neil Young:




Steve Tyler – Aerosmith:



Willie Nelson: